12/07/2026

Wawancara Eksklusif: Mantan Staf Khusus yang Membuka Rahasia Dapur Istana

Sebuah gebrakan jurnalistik terjadi ketika media nasional “Kabar Senayan” berhasil mendapatkan Wawancara Eksklusif dengan Dr. Satrio Bimantoro, mantan Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Wawancara ini menjadi sorotan tajam karena Satrio, yang dikenal sangat tertutup selama menjabat, akhirnya membeberkan dinamika dan proses pengambilan keputusan yang jarang terungkap di balik tembok Istana Kepresidenan. Keputusan Satrio untuk berbicara di depan publik setelah satu tahun non-aktif ini, tepatnya pada Selasa, 16 April 2025, membuka jendela pandang baru tentang mekanisme kerja pemerintahan.

Dalam Wawancara Eksklusif tersebut, yang direkam di sebuah studio privat di Menteng, Jakarta Pusat, Satrio mengupas tuntas tiga isu utama yang krusial selama masa jabatannya. Pertama, ia mengungkapkan adanya ketegangan internal dalam Kabinet terkait kebijakan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada awal tahun 2023. Menurut pengakuannya, perbedaan pandangan antara Menteri Keuangan dan Menteri BUMN sempat berlarut-larut hingga memakan waktu rapat terbatas selama delapan jam di Gedung Utama Istana Negara pada Kamis malam, 9 Maret 2023. Satrio menegaskan bahwa peran Presiden sangat sentral dalam menengahi dan mengambil keputusan final yang kala itu banyak ditunggu oleh pasar.

Isu kedua yang diangkat adalah proses penunjukan beberapa pejabat strategis. Satrio memaparkan bahwa rekomendasi nama-nama calon pemimpin lembaga negara sering kali berasal dari sumber-sumber non-struktural dan didasarkan pada pertimbangan rekam jejak personal, bukan semata-mata kepangkatan birokrasi. Ia memberikan contoh spesifik mengenai penunjukan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru, yang prosesnya melibatkan pertemuan rahasia antara Presiden dengan tiga tokoh senior militer di kediaman Presiden di Bogor pada Sabtu pagi, 17 Juni 2024. Menurutnya, detail ini menunjukkan bahwa elemen kepercayaan dan kedekatan personal menjadi faktor kunci dalam penempatan posisi-posisi vital.

Puncak dari Wawancara Eksklusif ini adalah pengakuan Satrio tentang upaya-upaya yang dilakukan Istana dalam menangani krisis kepercayaan publik, terutama saat terjadi demo besar-besaran terkait undang-undang tertentu pada September 2023. Satrio menjelaskan bahwa tim komunikasi harus bekerja non-stop selama 72 jam, mulai dari Minggu, 24 September, untuk merumuskan pesan yang tepat. Ia bahkan menyebutkan bahwa Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hadi Susanto saat itu dipanggil langsung ke Istana pada Senin dini hari, 25 September, untuk menyelaraskan narasi pemerintah dengan tindakan pengamanan aparat di lapangan.

Keterangan dari mantan staf khusus ini memberikan perspektif yang berharga bagi publik dan peneliti politik mengenai kompleksitas pemerintahan. Kisah-kisah di balik layar ini memperjelas bahwa “dapur istana” adalah tempat bertemunya kepentingan, negosiasi, dan pengambilan keputusan yang sarat tekanan waktu dan politik. Pernyataan yang dilontarkan Satrio dalam Wawancara Eksklusif ini diharapkan dapat mendorong transparansi yang lebih baik dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintahan di masa mendatang.