Mengenal Lebih Dalam Fenomena Langit: Apa Itu Nova, Supernova, dan Hypernova?
Alam semesta menyimpan berbagai fenomena astronomi yang menakjubkan, salah satunya adalah ledakan bintang. Istilah seperti nova, supernova, dan hypernova seringkali terdengar, namun tahukah Anda perbedaan di antara ketiganya? Mari kita telaah lebih lanjut mengenai fenomena langit yang dahsyat ini.
Nova secara harfiah berarti “bintang baru”. Fenomena ini terjadi dalam sistem bintang ganda, di mana satu bintang adalah katai putih (sisa bintang yang telah kehabisan bahan bakar nuklir). Jika katai putih menarik materi dari bintang pasangannya, materi tersebut akan terakumulasi di permukaannya. Ketika tekanan dan suhu mencapai titik kritis, terjadi ledakan nuklir yang dahsyat di permukaan katai putih, menyebabkan bintang tampak bersinar jauh lebih terang dari biasanya. Namun, bintang katai putih itu sendiri tidak hancur dan proses ini dapat berulang.
Supernova adalah ledakan bintang yang jauh lebih dahsyat daripada nova. Fenomena ini menandai akhir hidup sebuah bintang masif. Ada dua jenis utama supernova. Pertama, terjadi ketika bintang masif kehabisan bahan bakar nuklir di intinya. Inti bintang runtuh karena gravitasinya sendiri, memicu gelombang kejut yang melontarkan lapisan luar bintang ke ruang angkasa dalam ledakan yang sangat terang. Ledakan ini dapat menghasilkan energi yang setara dengan energi yang dipancarkan Matahari selama miliaran tahun.
Jenis supernova kedua (Tipe Ia) juga melibatkan katai putih dalam sistem bintang ganda. Namun, kali ini, katai putih menarik terlalu banyak materi dari bintang pasangannya hingga melampaui batas massa kritis Chandrasekhar. Ketika batas ini terlampaui, katai putih menjadi tidak stabil dan meledak secara dahsyat, menghancurkan dirinya sendiri. Supernova Tipe Ia memiliki kecerlangan yang relatif seragam, sehingga digunakan sebagai “lilin standar” untuk mengukur jarak di alam semesta.
Hypernova adalah ledakan bintang yang bahkan lebih energik dan langka daripada supernova. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada bintang-bintang yang sangat masif, jauh lebih besar dari Matahari. Ketika bintang-bintang raksasa ini runtuh di akhir hidupnya, mereka dapat menghasilkan ledakan yang sangat kuat, seringkali disertai dengan semburan sinar gamma (Gamma-Ray Bursts atau GRBs), ledakan energi paling kuat yang diketahui di alam semesta. Hypernova diperkirakan terkait dengan pembentukan lubang hitam atau bintang neutron bermagnet sangat kuat (magnetar).
