15/03/2026

Menelusuri Sejarah Masjid Istiqlal: Simbol Kemerdekaan dan Kebanggaan Indonesia

Masjid Istiqlal, yang megah berdiri di jantung ibukota Jakarta, bukan hanya sekadar rumah ibadah terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga merupakan monumen bersejarah yang sarat akan makna kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Sejarah pembangunannya yang panjang dan penuh perjuangan mencerminkan semangat gotong royong dan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Gagasan untuk membangun sebuah masjid agung sebagai simbol kemerdekaan Indonesia muncul pada awal tahun 1950-an. Setelah melalui berbagai diskusi dan musyawarah antara tokoh-tokoh Islam dan pemerintah, termasuk Presiden Soekarno, disepakati bahwa masjid ini akan diberi nama “Istiqlal”, yang dalam bahasa Arab berarti “kemerdekaan”. Nama ini dipilih sebagai ungkapan syukur atas rahmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

Pada tahun 1955, sebuah sayembara desain Masjid Istiqlal diadakan. Sebanyak 22 karya arsitek ikut serta dalam kompetisi ini. Setelah melalui penilaian yang ketat, desain karya Friedrich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen Protestan, terpilih sebagai pemenang dengan nama sandi “Ketuhanan”. Keputusan ini menunjukkan semangat toleransi dan persatuan yang dijunjung tinggi oleh para pendiri bangsa. Soekarno sendiri sangat mendukung desain Silaban dan memilih lokasi pembangunan di Taman Wilhelmina (bekas benteng Belanda), yang lokasinya berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta, sebagai simbol kerukunan antar umat beragama.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pembangunan masjid ini memakan waktu yang cukup lama, sekitar 17 tahun, karena berbagai kendala teknis dan politik yang terjadi pada masa itu.  

Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, Masjid Istiqlal akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978. Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi umat Islam Indonesia, yang akhirnya memiliki masjid negara yang megah dan representatif.

Arsitektur Masjid Istiqlal sendiri sangat unik dan modern pada masanya. Kubah besarnya berdiameter 45 meter ditopang oleh 12 tiang besar. Masjid ini memiliki lima lantai utama dan satu lantai dasar, yang dapat menampung hingga ratusan ribu jamaah. Menara tunggal setinggi 96,66 meter melambangkan jumlah ayat dalam Al-Quran.