10/03/2026

Jakarta Banjir di Mana-Mana: Salahkan Siapa?

Musim hujan kembali menyapa Jakarta, dan sayangnya, pemandangan yang tak asing pun turut hadir: banjir di mana-mana. Genangan air melumpuhkan aktivitas, merendam rumah, dan menimbulkan kerugian materiel yang tidak sedikit. Pertanyaan yang selalu muncul setiap kali Jakarta banjir adalah: salahkan siapa? Mencari satu pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab tentu bukan perkara mudah, karena masalah ini melibatkan berbagai faktor kompleks.

Salah satu penyebab utama banjir di Jakarta adalah curah hujan yang tinggi. Sebagai wilayah dataran rendah dengan 13 aliran sungai yang melintas, Jakarta sangat rentan terhadap luapan air, terutama jika hujan deras terjadi secara bersamaan di wilayah hulu (Bogor dan sekitarnya). Kiriman air dari hulu ini seringkali melebihi kapasitas sungai-sungai di Jakarta, menyebabkan banjir tak terhindarkan.

Namun, tingginya curah hujan bukanlah satu-satunya biang keladi. Kondisi infrastruktur drainase yang belum optimal juga menjadi faktor signifikan. Banyak saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan sampah, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan secara maksimal. Kurangnya ruang terbuka hijau sebagai area resapan air juga memperparah situasi, membuat air hujan lebih cepat mengalir ke permukaan dan menyebabkan genangan.

Tak bisa dipungkiri, perilaku manusia juga turut berkontribusi terhadap masalah banjir di Jakarta. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air, mempercepat pendangkalan dan menyumbat aliran air. Pembangunan yang tidak terkontrol di daerah resapan air dan bantaran sungai juga mengurangi kemampuan alam dalam menampung air hujan.

Lalu, salahkan siapa? Apakah sepenuhnya kesalahan alam karena curah hujan tinggi? Ataukah kegagalan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai dan menegakkan aturan tata ruang? Atau justru kesalahan kolektif masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan? Jawabannya tentu tidak sesederhana menunjuk satu pihak.

Penanganan banjir di Jakarta membutuhkan pendekatan yang holistik dan melibatkan tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu terus berinvestasi dalam perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur drainase, meningkatkan ruang terbuka hijau, serta menegakkan aturan tata ruang dengan tegas. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan mendukung program-program pemerintah terkait pengendalian banjir.